Karawang - Gerakan mahasiswa kristen indonesia (GMKI) cabang karawang menggelar kegiatan refleksi dalam rangka memperingati agenda penting dari yakni Tragedi pasca perayaan paskah di negara sri langka yakni terjadi pemboman di beberapa rumah ibadah yang menewaskan banyak korban jiwa, selain itu momentum hari buruh yang di peringati pada tanggal 1 mei atau sering dikenal mayday, dan yang terakhir yaitu mengenai hari pendidikan nasional yang jatuh pada tanggal 2 mei tersebut.
Kegiatan refleksi tersebut dilakukan di bundaran ramayana karawang yang dimulai pada pukul 19.00 wib (2/5). Kegiatan ini dihadiri oleh para mahasiswa terkhusus anggota gmki karawang yang berjumlah puluhan orang. Adapun yang menjadi isu hal yang direfleksikan oleh Gmki karawang yaitu :
1. TRAGEDI PENGEBOMAN DI SRI LANGKA
(Momentum perayaan paskah harus menjadi hari yang berbahagia buat umat nasrani disuluh dunia. Namun berbeda dengan di sri langka perayaan paskah menjadi tragis ketika dalam kondisi ibadah terjadi pristiwa pemboman yang mana menewaskan ratusan korban dan ledakan tersebut terjadi paskah perayaan paskah di lokasi gereja, hotel dan salah satu rumah dimana peboman tersebut Diclame dilakukan oleh kelompok ekstremis radikal yaitu ISIS)
2. PERINGATAN HARI BURUH INTERNASIONAL
(tanggal 1 Mei merupaka hari yang diperingati sebagai hari buruh guna mengenang perjuangan para buruh, khususnya buruh yang ada di indonesia selain itu kasus buruh yang cukup komplek acap kali sulit diselesaikan sehingga buruh perlu menyampaikan aspirasinya dan di karawang sendiri kasus buruh juga cukup besar mengingat karawang sebagai kota industri yang mana banyak memakai tenaga buruh diantaranya persoalan yang terjadi baik indonesia maupun karawang Upah dibawah UMK, tidak diberi jaminan sosial, masa kerja lebih dari 8 jam, tidak diberikan THR/THN, Tidak diberi upah lembur dan penahan dokumen asli seperti ijasah kiranya persoalan semacam ini dapat terselesaikan karena merupakan amanat dari undang-undang)
3. HARI PENDIDIKAN NASIONAL
(pendidikan merupakan sarana bagi anak bangsa atau suatu negara guna menciptakan kemajuan secara baik di negara tersebut, pendidikan kita saat ini menghadapi dua tantangan yang serius, yakni perubahan perilaku sosial dan perilaku individual yang merusak nilai-nilai adiluhung bangsa. Sehingga persolan pendidikan yang terjadi di indonesia khususnya karawang masih sulit diselesaikan terutama pemerataan pendidikan selain itu pendidikan harus mampu menjadi pusat perhatian pemerintah khususnya bagi mereka yang tidak mampu sesuai dengan amanat undang-undang yang merupakan kewajiban negara dalam mencerdaskan masyarakatnay agar dapat terealisasi demi terwujudnya cita-cita bersama indonesia yang maju dan sejahtera )
Massa Aksi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Karawang saat menggelar refleksi Hari tersebut , Kamis (2/6). Hal tersebut disampaikan Ketua BPC GMKI Cabang Karawang, Sepri Antoni Sitopu, pada refleksi tersebut di Jalan Bundaran Ramayana Karawang.
Belakangan ini, lanjut Sepri Antoni, masalah yang marak terjadi adalah persoalan Ketenagakerjaan, persoalan pendidikan dan kasus terorisme yang baru-baru ini menimpah warga sri langka akibat ulah kelompok ekstremis radikal tentunya hal ini kita kecam bersama dan berharap tidak terulang kembali Khususnya di indonesia. Menurutnya, hal ini harus kita sikapi sebagai masyarakat yang berprikemanusian demi menciptakan keberadaban yang damai dan sejahtera.
“Sehingga, kita harus bersama ikut Berdoa dan berempati merasakan persoalan yang terjadi di sri langka, masalah ketenagakerjaan, dan persoalan dunia pendidikan di indonesia. Selain itu refleksi ini mengingatkan kita bahwa sebagai kaum terdidik yakni mahasiswa tidak bisa diam melihat ketidak adilan merajarela baik persoalan kemanusian, kesejahteraan para pekerja, dan pendidikan yang harusnya merata dan tepat sasaran,” jelasnya.(Red)
