Acara yang biasa dikenal dengan istilah PBAK (Pagelaran Budaya Akademik Kemahasiswaan) tersebut di selegarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Walisongo di Lapangan utama Kampus 3 UIN Walisongo.
Kegiatan tersebut dibuka dan dipimpin langsung oleh Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Imam Taufiq, dalam pembukaan PBAK tersebut, Rektor UIN Walisongo memberikan motivasi langsung kepada Mahasiswa baru, "Carilah pengalaman dan menjalin silahturahmi antar sesama agar bisa lulus maksimal empat tahun". Ungkapnya.
Dema UIN Walisongo selaku lembaga kemahasiswaan tertinggi di Universitas bekerjasama dengan Forum silahturahmi daerah (Forsida) dan menampilkan sejumlah tarian tradisonal asal daerah, salah satunya tarian khas Pekalongan yaitu tari Jlamprang.
Forsida yang hadir dalam acara PBAK itu berjumlah 30 organisasi daerah yang tergabung dalam forsida tersebut.
Salah satu organisasi daerah yang tergabung dalam Forsida yaitu Ikatan Mahasiswa Pekalongan di Semarang (Impadis).
Ketua Impadis Riyan berharap kegiatan tersebut dapat dipertahankan untuk tahun berikutnya, "Harapan saya kedepan kegiatan seperti dapat di pertahankan untuk tahun berikutnya", Ungkapnya.
Menurutnya bahwa kegiatan ini sesuatu yang baru dikampus UIN Walisongo, karena kegiatan ini melibatkan langsung Organisasi kedaerahan sehingga Mahasiswa baru dapat mengenal organisasi-organisasi daerah yang ada di UIN Walisongo.
"Ini juga menjadi ajang untuk Mahasiswa berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah selain mengenal organisasi daerah yang ada di UIN Walisongo" imbuhnya.
Pihaknya selaku Impadis merasa bangga karena organisasi daerah dapat berpartisipasi dalam acara PBAK tersebut.
"Kami mengungkapkan banyak terimakasih kepada pihak yang bekerjasama, terutama Dema UIN Walisongo dan juga Forsida". Tutupnya(Red)

