Bupati Sumedang Ditemani Ketua Tim Penggerak PKK Mengikuti Silaturahmi Secara Virtual Bersama Gubernur Jawabarat -->

Bupati Sumedang Ditemani Ketua Tim Penggerak PKK Mengikuti Silaturahmi Secara Virtual Bersama Gubernur Jawabarat

Kamis, 13 Mei 2021, 9:16:00 PM
Pasang iklan

Vnews || Sumedang - Usai melaksanakan Sholat Idul Fitri di Masjid Agung Sumedang, Bupati H. Dony Ahmad Munir didampingi Ketua Tim Mobilisasi PKK Kabupaten Sumedang Susi Gantini menghadiri resepsi virtual dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Negara, Kamis (13/2). / 5/2021).

Dalam video conference yang dihadiri para Kepala Daerah di 27 kabupaten / kota di Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, 2021 merupakan tahun kedua lebaran yang dirayakan umat Islam di tengah pandemi Covid-19, memaksa semua orang untuk tinggal di rumah, meminimalkan pertemuan. dan mobilitas., bahkan pemerintah telah melarang orang bolak-balik.

“Kami merasakan betapa mirisnya merayakan Idul Fitri dengan larangan mudik. Beberapa keputusan yang mungkin dirasa tidak nyaman oleh masyarakat harus diambil. Namun, di tahun kedua Idul Fitri, pandemi Covid-19. belum berakhir, "katanya.

Ia melaporkan, setiap tahun ada sekitar enam juta warga Jabar yang pulang. Satu persen dari enam juta diperkirakan lolos dari blokade dan sembilan puluh sembilan persen sisanya diklaim mematuhi aturan pemerintah.

“Kalau di Jabar ada sekitar 6 juta pendatang dan yang ngotot mudik di catatan kita hanya 1 persen. Jadi ada 99 persen warga Jabar yang taat aturan pemerintah,” kata Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini. .

Dilaporkan Emil, sebelum pelaksanaan Idul Fitri, jumlah rawat inap rumah sakit di Jabar tahun lalu mencapai rekor terendah, hanya 30%. Padahal, pada tahun 2020 rata-rata kehadiran rumah sakit mencapai 50 hingga 60%, kemudian meningkat menjadi 80% pada awal Januari 2021 dan menjelang Lebaran turun drastis hingga 30%.

“Saya mengucapkan terma kasih kepada Bupati dan Walikota yang telah mampu mengoperasikan Covid-19 di daerahnya masing-masing. Jangan turunkan kewaspadaan seperti di India di mana ribuan orang meninggal setiap hari karena euforia vaksinasi dianggap berhasil, ”ujarnya.

Terakhir, Emil menginstruksikan kepada para kepala daerah agar tetap melarang mudik dan piknik berlanjut hingga akhir 17 Mei 2021. 

"Larangan mudik dan piknik akan berlanjut hingga tanggal terakhir, 17 Mei. Jangan sampai rakyat marah, dilarang mudik tapi pariwisata tidak dikontrol. Jadi kita pastikan tempat-tempat keramaian itu harus waspada dan waspada," dia menyimpulkan.


Sumber : Prtokol Sumedang 

 Jurnalis : Ade, M

TerPopuler