Sosialisai Program RAGA GENTING oleh PKBI Kab.Rembang -->

Sosialisai Program RAGA GENTING oleh PKBI Kab.Rembang

Minggu, 03 Oktober 2021, 3:36:00 PM
Pasang iklan



Vinews.id-Rembang - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Kabupaten Rembang  menyelenggarakan Sosialisai Program RAGA GENTING (Gerakan Keluarga Cegah Stunting) pada sabtu 02/10 dan Minggu 03/10 di Balaidesa Desa Pasar Banggi Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang.

Acara yang dibuka langsung oleh Kepala Desa Pasar Banggi (Rasno) tersebut dihadiri oleh Ketua Pelaksana Program PKBI Cabang Rembang Hj. Hasiroh Hafidz, Direktur Pelaksana PKBI Puji Lestari,Pengurus PKBI Rembang dr.Torika Anggi Pradana,Pelaksana Program PKBI Baskoro Adi Guna Hermawan, S.Pd,ibu- ibu hamil, perangkat desa dan remaja desa setempat dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang.

dr. Darmono selaku Plt. Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang yang menjadi narasumber  di hari pertama menyampaikan penjelasan  tentang pengertian stunting dan 3 episode penting didalamnya.
"stunting itu adalah kondisi anak dengan tinggi yang kurang dari ideal karena kurangnya energi kronis,pengaruhnya bisa menghambat kecerdasan anak. Stunting itu sudah pasti kerdil atau pendek. Tapi orang pendek belum tentu stunting. Harapannya ibu hamil yang menjadi sasaran sosialisasi dihari pertama bisa menjaga asupan nutrisi yang seimbang untuk calon bayinya. Karena pertumbuhan paling penting adalah sejak dalam kandungan sampai usia 2 tahun".

Baca Juga :PEDAGANG ASONGAN,PENGEMIS,PEMINTA SUMBANGAN,KENCING SEMBARANGAN DI WILAYAH KAB.REMBANG BISA TERKENA SANKSI
Sedangkan dari Pengurus PKBI Cabang Kab.Rembang dr. Torika Anggi Pradana menyampaikan materi  tentang kontrasepsi pasca hamil dimana dalam survei yang  diadakan dari 17 peserta  yang hadir didapatkan 14 orang akan memakai suntik 3 bulan, 2 pil KB, 1 IUD dan 1 pakai KB kalender.

Pada hari kedua kegiatan  Sosialisai Program RAGA GENTING (Gerakan Keluarga Cegah Stunting) dengan peserta remaja, diawali kata pengantar oleh Puji Lestari selalu Direktur Pelaksana PKBI Kab. Rembang. 

Dilanjutkan pemateri dari DKK Rembang Bapak Imam tentang stunting,dijelaskan olehnya bahwa remaja harus menjaga pola makan yang sehat dan gizi seimbang agar tidak mengalami anemia dan kekurangan energi kronik. Lalu harus menyiapkan pasangan menikah yang sehat, ibu hamil yang sehat dan melahirkan anak yang sehat. Penyebab stunting berawal dari remaja yang nikah usia anak, kurang energi protein, lingkungan dan rumah yang tidak sehat dan paparan asap rokok serta tidak tersedianya air bersih yang sehat. Selain itu pola asuh yang salah juga menjadi faktor penyebab terjadinya stunting. Remaja harus menjadi agen kebaikan yang mampu berpartisipasi dalam mencegah stunting. 



Sosialisasi Gerakan Keluarga Cegah Stunting oleh PKBI REMBANG 2021 ini merupakan bentuk keprihatinan atas tingginya angka stunting di wilayah Kabupaten Rembang dimana didapatkan data prevalensi balita stunting yang dikumpulkan oleh World Health Organization (WHO), Indonesia menempati urutan ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara. Rata- rata prevalensi balita stunting di Indonesia Tahun 2015 – 2017 adalah 36,4%. Sedangkan batas yang ditetapkan WHO adalah 20%. Hingga Februari 2020 di Jawa Tengah ada 156.549 balita mengalami stunting. Kabupaten Rembang menempati urutan ketiga Stunting yaitu 24,15% Balita setelah Wonosobo 27, 17%  Balita dan Banjarnegara 24,31% balita stunting. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang pada bulan Juli 2020 ditemukan 2.896 Balita yang mengalami stunting, 9 jumlah angka kematian ibu (AKI), 98 jumlah kematian bayi (AKB), 253 kehamilan di usia 15-19 Tahun, 8 kasus IMS pada ibu hamil dan  SK Bupati Rembang No.050/0589/2021 Tahun 2021 menetapkan  27 Desa Lokus Stunting diantaranya adalah Desa Pasar Banggi Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang Jawa Tengah.


Acara yang ditutup oleh Kepala Desa Pasar Banggi ini diharapkan bisa meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, tentang stunting, penyebab dan cara pencegahanys,meningkatkan pemahaman remaja dalam merencanakan masa depan dan partisipasi remaja dalam pencegahan stunting.Sehingga Kabupaten Rembang terbebas dari kasus stunting.

Pewarta : Diri

TerPopuler