Musim Tanam Pertama Di Wilayah Desa Dadapmulyo Kekurangan Pasokan Air -->

Musim Tanam Pertama Di Wilayah Desa Dadapmulyo Kekurangan Pasokan Air

Sabtu, 11 Desember 2021, 8:41:00 AM
Pasang iklan
Vinews || Rembang - Areal persawahan yang membentang luas disamping jalan desa itu  mulai digarap oleh pemiliknya, suara mesin diesel yang bising  mewarnai suasana siang itu, seorang pembajak nan lihai mengendalikan hand tractor sedang mengolah lahan dan dibagian lain seorang  sedang mencangkul memperbaiki galengan sawah untuk segera ditanami.

Memasuki musim tanam (MT) pertama pada tahun ini,petani tradisional yang menggunakan sistem irigrasi tadah hujan terpaksa mengeluarkan  banyak biaya,  pun tenaga dan waktu dalam mengelola lahan pertanianya dibanding dengan musim tanam (MT) utama pada tahun sebelumnya.

Pasalnya,curah hujan  yang tidak menentu di bulan Desember ini membuat lahan pertanian di  wilayah Desa Dadapmulyo Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang kekurangan pasokan air.

Untuk mencukupi pasokan air agar lahan pertanianya segera bisa diolah,mereka terpaksa menggunakan mesin diesel dan atau  pompa air (jet pam) dalam mengalirkan air ke lahan pertanian dari sumur dangkal-sumur dangkal disekitar lokasi.

Banyak petani di wilayah Desa Dadapmulyo  melakukan hal itu agar tidak ketinggalan dalam mengawali musim tanam (MT) pertama.
Suryadi salah satu petani yang memilik lahan garapan seluas 1 ha dari hasil menyewa saat ditemui awak media pada Jumat (10/12) menjelaskan; hal itu dilakukan  untuk menyiasati curah hujan yang tidak menentu pada musim rendeng tahun ini.

"Tak dieselno mas wong banyune ora nyukupi" terangnya.Lebih lanjut Suryadi menerangkan bahwa dirinya bisa panen hingga dua kali dalam setahun jika curah hujan stabil seperti musim rendeng pada tahun kemarin.

Dia  juga mengeluhkan tentang cara memperoleh pupuk bersubsidi dan ketersedianya karena ada salah satu jenis pupuk kimia yang langka  ketersediaan -pupuk jenis Urea- di pasaran."Pupuk Urea ora ono ning pasaran  sing akeh iku Phonska bersubsidi per sak regane Rp 160.000" jelasnya.

Suryadi berharap ada program-program nyata dari Kementerian Pertanian yang bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh petani tradisional seperti dirinya sehingga sektor pertanian di wilayahnya bisa lebih baik lagi,terutama dalam hal pemenuhan pupuk, pengadaan benih, bantuan alat pertanian dan sumur bor untuk pengairan.
Pewarta 


Pewarta : (Diri)

TerPopuler