Vinews || Rembang - Aktifitas industri pencucian pasir kuarsa yang berlokasi di Desa Tanjungan Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang dikeluhkan oleh warga yang berdomisili di dekat lokasi.
Masing-masing Desa Tanjungan Kecamatan Kragan dan Desa Kalipang Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang.
Keluhan dari kedua desa pun berbeda-beda ,Desa Tanjungan misalnya;mengeluhkan rembesan air limbah yang meluber ke lahan-lahan pertanian mereka yang berlokasi di dekat industri dan menimbulkan dampak yang signifikan terhadap hasil panen karena lahan pertanian yang semula subur dan bisa panen berlimpah setelah ada aktifitas pencucian pasir kuarsa lahan-lahan pertanian disekitar lokasi tersebut menjadi gersang dan menurunkan hasil panen.
Sementara itu warga Desa Kalipang mengeluhkan atas dibuangnya limbah industri pencucian pasir kuarsa ke sungai.
Warga yang tinggal si bantaran sungai tersebut menjadi geram karena sungai yang sebelumnya airnya jernih dan tak berbau menjadi keruh dan dangkal.
sehingga banyak ikan yang mati karenanya dan bila sungai pasang airnya meluber sampai ke pemukiman warga.
Salah satu warga yang tinggal di bantaran sungai itu menuturkan bahwa;warga merasa tidak nyaman atas limbah buangan itu karena sungai yang tadinya bisa dipasangi anco untuk mendapatkan ikan kini menjadi dangkal dan tidak bisa dipasangi anco.
"Setelah ada aktifitas pencucian pasir warga tidak tenang, karena sungai menjadi kotor berwarna merah, berendut dan menggenang .Bila ada banjir air akan meluap ke pemukiman warga dan bisa hanyut ke laut.
Kata bu Raniah kepada awak media" Sudah berkali-kali warga lapor kepada RT, Kepala Desa tetapi tidak dihiraukan oleh pengelola" tambahnya
"setiap di peringatkan Kepala desa ,pihak pengusaha siap untuk tidak membuang limbah ke Sungai tetapi ternyata tidak di tindaklanjuti" kata Sekretaris Desa Kalipang
Saat awak media terjun ke lokasi menemukan beberapa saluran pembuangan limbah, ada yang langung ke sungai ada yang lewat paralon yang ditanam di tambak- tambak sekitar lokasi.
Sehingga tambak disekitarnya penuh dengan limbah kemudian masuk ke aliran sungai
Lasmuri alias Boyo selaku pimpinan pengelola pencucian pasir kuarsa saat dikonfirmasi mengelak atas dugaan membuang limbah ke sungai dengan sengaja.
"Paralon yang saya tanam itu fungsinya untuk penyedotan air dari sungai, bukan untuk membuang limbah", bantahnya
Dan petlu diketahui bahwa pembuangan limbah tersebut tidak memakai filter sehing aliran sungai dangkal penuh dengan lumpur.
Pewarta : Diti
