Akibat limbah Pencucia Pasir Warga Desa Tanjungan Dan Desa Kalipang Nengeluh -->

Akibat limbah Pencucia Pasir Warga Desa Tanjungan Dan Desa Kalipang Nengeluh

Senin, 24 Januari 2022, 9:19:00 AM
Pasang iklan
Vinews || Rembang - Aktifitas industri pencucian pasir kuarsa yang berlokasi di  Desa Tanjungan Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang dikeluhkan  oleh warga yang berdomisili di dekat lokasi.

Masing-masing Desa Tanjungan Kecamatan Kragan dan Desa Kalipang Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang.

Keluhan dari kedua desa pun berbeda-beda ,Desa Tanjungan misalnya;mengeluhkan rembesan air limbah yang meluber ke lahan-lahan pertanian mereka yang berlokasi di dekat industri  dan menimbulkan dampak yang signifikan terhadap hasil panen  karena  lahan pertanian yang semula subur dan bisa panen berlimpah setelah ada aktifitas pencucian pasir kuarsa lahan-lahan pertanian disekitar lokasi tersebut  menjadi gersang dan menurunkan hasil panen.

Sementara itu warga Desa Kalipang mengeluhkan atas dibuangnya limbah industri pencucian pasir kuarsa ke sungai.
Warga yang tinggal si bantaran sungai tersebut menjadi geram karena sungai yang sebelumnya airnya jernih dan tak berbau menjadi keruh dan dangkal.

sehingga banyak ikan  yang mati karenanya dan bila sungai pasang airnya meluber sampai ke pemukiman warga.

Salah satu warga yang tinggal di bantaran sungai itu menuturkan bahwa;warga merasa tidak nyaman  atas limbah buangan itu karena  sungai yang tadinya bisa dipasangi anco untuk mendapatkan ikan kini menjadi dangkal dan tidak bisa dipasangi anco.

"Setelah ada aktifitas pencucian pasir warga tidak tenang, karena sungai menjadi kotor berwarna merah, berendut dan menggenang .Bila ada banjir  air akan meluap ke pemukiman warga dan bisa hanyut ke laut.

Kata bu Raniah kepada awak media" Sudah berkali-kali warga lapor kepada RT, Kepala Desa tetapi tidak dihiraukan oleh pengelola" tambahnya
Perangkat desa setempat saat dikonfirmasi awak media membenarkan tentang keluhan warganya.

"setiap di peringatkan Kepala desa ,pihak  pengusaha  siap untuk tidak membuang limbah ke Sungai tetapi ternyata tidak di tindaklanjuti" kata Sekretaris Desa Kalipang

Saat awak media terjun ke lokasi menemukan beberapa saluran pembuangan limbah, ada yang langung ke sungai ada yang lewat paralon yang ditanam di tambak-  tambak  sekitar lokasi.

Sehingga tambak disekitarnya penuh dengan limbah kemudian masuk ke aliran sungai

Lasmuri alias Boyo selaku pimpinan pengelola pencucian pasir  kuarsa saat dikonfirmasi mengelak atas dugaan membuang limbah ke sungai dengan sengaja.

"Paralon yang saya tanam  itu fungsinya untuk penyedotan air dari sungai, bukan untuk membuang limbah", bantahnya

Dan petlu diketahui bahwa pembuangan limbah tersebut  tidak memakai filter sehing aliran sungai dangkal  penuh dengan lumpur.


Pewarta : Diti 

TerPopuler